Forum Lingkar Pena - Cab Serang
E-mail : flp_serang@yahoo.com.
|
S E K U T U Cybersastra Titik Nol Qizink La Aziva FLP Yogyakarta Poésie Ritual Malam Nanang Suryadi Agustinus Wahyono Hasan Aspahani |
|
Tuesday, February 25, 2003
Salam Dari Rumah Dunia
Oleh : Gola Gong WISATA TULIS ANAK JADI CERDAS DAN KRITIS walau ayahku pengemudi becak tapi aku punya cita-cita walaupun ibuku penjual jamu tapi aku tak pernah lupa menuntut ilmu pagi aku pergi sekolah siang aku bantu ibu untuk masak di dapur setiap malam aku belajar agar cita-citaku tercapai *** SIMPATI PUISI Sajak di atas adalah karya Novi Yanti, pelajar kelas 6 SDN Sumber Agung Cipocok. Dia sangat rajin datang ke Pustakaloka Rumah Dunia (PRD). Ayahnya pernah jadi pedagang kelontong. Karena tertipu, bisnis ayahnya bangkrut. Kini ayahnya kerja apa saja. Seperti sekarang, ayahnya berjualan duren di depan rumah. Sedangkan anak-anak yang lain, ada yang anak tukang becak, petani, buruh pasar di Jakarta, pedagang di pasar Rawu, atau supir angkot. Puisi di atas adalah rasa simpati (boleh juga empati) dari Novi terhadap kehidupan temannya yang anak tukang becak dan pedagang jamu. Perasaan yang kini sangat jarang kita temui di sekitar kita, yang individual dan hedonis. Terutama sense of crisis dari para penguasa dan pemimpin kita di Banten, terhadap rakyat yang diwakilinya. Banyak kasus ketidakpekaan itu di Banten mencuat, yang membuat perasaan kita trenyuh dan miris. Kasus pasien patah tulang di Lebak, yang ditolak RSUD Serang karena tak mampu menyediakan uang Rp 10 juta untuk biaya operasi. Dengan sikon seperti itu, maka sekarang waspadalah jika bepergian di Banten. Jika kita terluka di tengah jalan dan tak bawa KTP, bisa-bisa kita dibiarkan mati saja. Begitulah kira-kira analoginya. RUTIN Nah, dengan puisilah kami melatih anak-anak supaya mempunyai kepekaan nurani terhadap lingkungan. Itu rutin di PRD. Tepatnya di “wisata tulis’ (setiap Rabu, jam 13.00 – 17.00pm). Anak-anak kami ajak untuk menulis puisi atau prosa tentang ibu yang mengandung mereka selama sembilan bulan, bunga yang madunya banyak, kupu-kupu yang jadi penghias taman, hujan yang memberkahi sawah-sawah ayah mereka, dan bulan yang sahabat matahari. Hasilnya, April/Mei nanti akan terbit antologi puisi anak-anak PRD jilid kedua. Bahkan sekarang, mereka sedang bersemangat untuk bisa ikut dalam “Lomba Mengarang Jakarta Books 2003” dengan tema “Indonesia Tanah Airku”. Kami melakukan seleksi ketat terhadap mereka dengan cara membuat karanan bersama-sama di PRD. Tias berperan besar di sini. Dia membimbing mereka untuk efektif memakai bahasa. Selalu ada revisi di setiap karangan yang merea buat. Yang tidak memenuhi persyaratan gugur. Rencananya kami hanya akan menyertakan 5 orang anak di lomba ini. Ketika 5 anak sudah terpilih, kami akan menyuruh mereka menulis karangannya di PRD (bukan di rumah) tanpa campur tangan lagi dari orangtua mereka dan kami, sehingga nanti karya-karya mereka bisa kami pertanggungjawabkan sebagai murni hasil karya mereka. Kadang kami berpikir, andai saja pihak sekolah (dari SD s/d SMU) memaksimalkan kurikulum berbasis kompetensi dengan cara mewajibkan setiap anak membuat puisi atau prosa setiap bulannya. Atau pihak sekolah dan guru Bahasa Indonesia mengadakan lomba menulis puisi/prosa di sekolahnya masing-masing secara rutin. Perbulan, misalnya. Hadiahnya bisa sebuah buku/novel (untuk anak SMU dan SLTP) atau buku gambar dan pinsil warna (SD). Kami akan heran kalau kegiatan ini tidak bisa dilaksanakan, karena soal minimnya biaya, sementara di setiap tahun ajaran baru biaya masuknya bisa mencapai jutaan rupiah. Tapi ketika birokrat dan teknokrat di Banten sekarang, kerjanya hanya menghitung komisi saja, maka berpalinglah ke para praktisi. Di Banten ini banyak cerpenis atau penyair kelas lokal sampai nasional. Manfaatkanlah mereka untuk urun-rembuk dalam mencedaskan genrasi masa depan Banten, yang kritis dan cerdas.Di mulai dari sekolah-sekolah dasar dulu. Keudian ke tingkat SLTP dan SMU. Undang mereka untuk memberikan tips-tips pada para siswa/pelajar/mahasiswa. Tentu honorilah merka dengan layak. Bagaimana, para pemimpin? Berani? DAFTAR PENYUMBANG: * Penerbit Fatahilah Bina Alfikri, Jakarta; 33 novel remaja islami. * The British Council, Jakarta; 1 buku (Mewujudkan Partisipasi). * Dynamic Duo, Bandung; sedus novel anak-anak dan majalah horison Monday, February 24, 2003
LAMPU KOTA
Qizink La Aziva separuh lagi bulan akan pergi tapilampu-lampu kota menampakan wajah puisi sesat di rimba basi arak-arakan orang pedalaman kunang-kunang malam tak pergi setia mencumbu sampai pagi Anyer, 290103 Sunday, February 23, 2003
DEKLARASI FLP CABANG SERANG
Assalamualaikum wr wb Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim dan puji syukur ke hadirat Illahi Rabb, Forum Lingkar Pena Cabang Serang (FLP Cab.Serang) telah dibentuk pada hari Minggu tanggal 23 Februari 2003 bertepatan dengan 21 Dzulhijjah 1403 pukul 17.00 di Serang. Dengan ketua Sdr. Ibnu Adam Aviciena. Alamat Sekretariat: Komplek Hegar Alam 40, Serang 42118 FLP Cab.Serang mempunyai fungsi ikut serta dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dengan cara menumbuh kembangkan minat baca tulis di masyarakat, terutama masyarakat Serang Banten. Karena kami yakin bahwa upaya mencerdaskan kehidupan bangsa, tak bisa dipisahkan dari perkembangan minat baca tulis masyarakat. semoga kehadiran kami dapat mengangkat para generasi muda yang memiliki minat dan bakat dalam dunia baca tulis, Dan besar harapan kami, dukungan dari segenap masyarakat. Akhirnya, semoga Allah SWT meridhoi semua niat baik kita. Amin Wassalam Ibnu Adam Aviciena Posted by Modal Gratis
: 5:22 AM
|
||||||
| kembali ke atas | |||||||